Pejabat Pemkab Bekasi Kena OTT Diduga Terkait Izin Meikarta

Senin, 15 Okt 2018 | 14:00:02 wib

Yulistyo Pratomo
penulis : Yulistyo Pratomo | yulistyo@ayooberita.com

 

Pejabat Pemkab Bekasi Kena OTT Diduga Terkait Izin Meikarta

Gedung KPK. (Kompas.com)


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (14/10). KPK menduga telah terjadi transaksi suap kepada penyelenggara negara terkait perizinan proyek Meikarta yang digarap salah satu perusahaan pengembang properti.

Dalam operasi tangkap tangan, KPK menemukan uang senilai lebih dari Rp 1 miliar yang diduga sebagai barang bukti suap. Uang tersebut dalam pecahan dollar Singapura. "Ya (Meikarta). Kami menduga ada transaksi terkait proses perizinan properti di Bekasi," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Senin (15/10).

Hingga saat ini, KPK telah menangkap 10 orang yang terdiri dari unsur pejabat dan pegawai negeri sipil, serta pihak swasta. Saat ini, sepuluh orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

Rencananya, pada Senin sore, KPK akan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan status penanganan perkara dan status hukum para pihak yang ditangkap.

Sebelumnya, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini tim penindakan menyasar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hasil operasi senyap, KPK mengamankan setidaknya sepuluh orang juga menyita lebih dari Rp 1 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan Rupiah yang diamankan sebagai barang bukti. Uang itu diduga hasil suap kepada pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bekasi.

"Benar, Sejak Minggu siang KPK melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Bekasi dan sekitarnya, kami juga menyita uang tunai. Saat ini mereka diperiksa intensif di KPK," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dalam keterangan tertulis, Senin (15/10).

Dilanjutkan, KPK mengamankan 10 orang terdiri pejabat, PNS di Kabupaten Bekasi, serta pihak swasta. Mereka yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Kami menduga ada transaksi terkait proses perizinan properti di Bekasi," kata Basaria.

Menurut Basaria, tim penindakan KPK mengamankan uang Rp 1 miliar dalam operasi senyap kali ini. Sejumlah ruangan pun ikut disegel.

"Sampai saat ini setidaknya lebih dari Rp 1 miliar dalam SGD dan Rupiah yang diamankan sebagai barang bukti," kata Basaria. (KOMPAS/TYO)