Menlu AS Puji Susi Pudjiastuti Soal Pemberantasan Pencurian Ikan

Senin, 29 Okt 2018 | 18:07:05 wib

Yulistyo Pratomo
penulis : Yulistyo Pratomo | yulistyo@ayooberita.com

 

Menlu AS Puji Susi Pudjiastuti Soal Pemberantasan Pencurian Ikan

Menlu AS dan Menteri Susi sesusai konferensi pers. (kumparan.com)


Our Ocean Conference 2018 yang mulai digelar pada Senin (29/10) di Nusa Dua, Bali, menjadi momentum penting. Bukan hanya untuk membentuk komitmen seluruh negara partisipan, tetapi juga harus direalisasikan.

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan saat ini Indonesia sudah sangat baik mengelola perairannya. Bahkan secara khusus, John memuji pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang berani memberantas praktik illegal fishing.

Menurut dia, apa yang dilakukan Indonesia perlu dicontoh negara lainnya.

"Teman saya, Susi menjadi pemimpin dalam memberantas illegal fishing selama ini. Saya mengapresiasi kebijakan pemerintahan melalui menterinya dalam mengatasi kejahatan perikanan. Indonesia sudah lakukan upaya yang baik sekali dan kami bicarakan hal itu di sini," ungkap John Kerry yang berdiri berdampingan dengan Susi di Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (29/10).

Sementara itu, Susi yang berada di samping John Kerry hanya menebar senyum. Pada kesempatan tersebut dia bilang bahwa Our Ocean Conference merupakan momen yang pas untuk bekerja sama dengan semua stakeholder terutama melawan ancaman terhadap kesehatan dan produktivitas laut.

"Isu yang kita hadapi itu bukan isu Indonesia saja, tetapi juga isu internasional dan salah satunya adalah sustainable fisheries, maritime securities, kemudian ada blue economy, dan climate change," katanya.

Susi menambahkan, selain membuat komitmen, hal penting lainnya adalah mentracking semua komitmen tadi. Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 633 komitmen yang ditandatangani dalam gelaran OOC 2018.

"Tracking komitmen semua komitmen ini. Kita akan tracking semua komitmen yang sudah dibuat, sejauh mana dan sudah seberapa pencapaiannya. Misalnya saya mau komitmen satu juta hektare tapi faktanya tidak ada yang dikonservasi. Nah, kita akan menganggap ini tidak komitmen," imbuhnya.

Tentu, saat Susi meminta semua komitmen tadi tak hanya sekedar komitmen, dia mengatakan juga turut menjalankannya. Buktinya, janji Indonesia yang akan melakukan konservasi perairan sebesar 20 juta hektare pada tahun 2020 sudah hampir tercapai. Saat ini, wilayah yang sudah di konservasi ada sekitar 19,12 juta hektare.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Tata Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dirjen PRL KKP) Brahmantya menyampaikan, Indonesia memang membuat sebuah perbedaan dari gelaran OOC. Dengan melakukan tracking terhadap semua komitmen yang sudah dibuat.

"Ini yang beda dari semua gelaran OOC, yaitu kita lakukan tracking terhadap komitmen mereka sudah sejauh mana, disini ada di layar kami tampilkan negara ini sudah berapa persen jalankan komitmen. Seperti itu, jadi kita tidak hanya mau sekedar membuat komitmen, tapi juga menjalankannya," tutupnya. (KUMPARAN/TYO)