IMF: Uang Digital Harus Diatur & Diawasi

Senin, 12 Feb 2018 | 10:15:54 wib

Endy Purwanto
penulis : Endy Purwanto | endy@ayooberita.com

 

 IMF: Uang Digital Harus Diatur & Diawasi

Gedung IMF di Amerika Serikat


Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Mentary Fund/IMF) Christine Lagarde menyebut hanya tinggal menunggu waktu sebelum uang digital atau cryptocurrency berada di bawah pengaturan pemerintah.

"Ini tidak terelakkan. Ini sangat jelas di mana kita membutuhkan pengaturan internasional dan pengawasan yang layak," ujar Lagarde pada World Government Summit, seperti dikutip dari CNN.com, Senin (12/2).

Lagarde, juga menambahkan ada kemungkinan uang digital digital digunakan untuk aktivitas gelap. "Kami saat ini telah secara aktif mencegah penggunaan uang digital untuk tujuan pencucian uang dan pendanaan terorisme," paparnya.

Namun, dia berpendapat, pengaturan tetap dibutuhkan kepada entitas dan lebih banyak kepada aktivitas, seperti siapa melakukan apa, di mana mereka mendapatkan lisensi dan diawasi.

Sebagian besar transaksi uang digital hingga saat ini dijalankan tanpa pengaturan, terutama sejak bitcoin pertama kali meluncur di 2009. Namun, pemerintah dan bank sentral saat ini mulai menaruh perhatian dan memperingatkan investor adanya potensi penipuan.

Desember 2017, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, serta Biro Investigasi Federal mulai menindak dugaan kecurangan dalam penggalangan dana oleh beberapa perusahaan uang digital atau cryptocurrency dan pedagang.

Di Asia, di mana uang digital sangat populer, China dan Korea Selatan sama-sama melakukan pembatasan pada perdagangan uang digital. Kekhawatiran tentang pembatasan, dan rumor mengenai potensi larangan di India, telah memicu volatilitas nilai tukar mata uang digital.

Pejabat tinggi pemerintah beberapa negara utama pada World Economic Forum di Davos juga memberi isyarat akan mengeluarkan aturan terkait uang digital. "Kami mendorong fintech, kami mendorong inovasi, namun kami ingin memastikan bahwa semua pasar keuangan kami aman dan tidak digunakan untuk aktivitas terlarang," kata Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, pada konferensi pers bulan lalu.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menambah sentimen tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintahannya akan sangat serius terkait transaksi uang digital, karena rentan digunakan penjahat.

Nilai tukar Bitcoin (XBT) anjlok bersama dengan saham global sebesar 40 persen dari bulan lalu. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan mendekati USD 8.350, setelah sempat mencapai puncaknya USD 19.343 pada 16 Desember 2017 lalu. (CNN/END)

Tags:

IMF