Andre Tirtoadji, Dulu Jual Gitar Demi Makan, Kini Pengusaha Sukses

Yulistyo Pratomo
25 Juli 2018
Share Via

Butuh perjalanan panjang sebelum akhirnya menjadi pengusaha sukses. Setidaknya, itu lah yang dialami oleh Andre Adrianus Tirtoadji, mulai terjun sebagai karyawan tour travel, pelaut hingga kini menjadi pengusaha sukses di ibu kota.

Andre, tidak pernah merasa malu hanya berijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), apapun pekerjaannya, selama bisa membeli makanan dan menjalani hidup pun dijalaninya tanpa merasa terbebani, sebab dia yakin kesuksesan bisa didapatkan oleh semua orang.

"Ijazah saya cuma SMA. Nah, dari sana saya belajar ikut orang. Pernah kerja di tour travel, properti apartemen, jual asuransi, jual pupuk, pokoknya pernah. Sampai saya pernah keluar pulau karena kerja di kapal," kenang Andre.

Salah satu pengalaman hidup yang pernah dirasakannya adalah ketika tidak mendapatkan uang kiriman dari orangtuanya saat masih menjalani kuliah di Surabaya. Padahal, saat itu perutnya kelaparan.

Alhasil, dia menjual gitar kesayangan yang dibelinya ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kepada seorang teman. Dari harga Rp 500 ribu, dia lepas sebesar Rp 300 ribu hanya untuk ongkos makan selama satu pekan. Sayang, kuliahnya berhenti di tengah jalan.

Meski begitu, Andre memiliki impian besar. Setelah bekerja banting tulang di Surabaya, dia pun memutuskan untuk berangkat ke Jakarta pada 2012 dengan modal seadanya. Di kota besar ini, dia tidak memiliki kenalan, apalagi saudara.

Setelah mendapatkan kerja di sebuah perusahaan konstruksi, dia memilih tinggal di mess. Dari sana, lelaki kelahiran 8 April 1988 ini berangkat bekerja dengan menggunakan angkutan umum serta ojek.

"Ke mana-mana naiknya busway, ke mana-mana dulu belum ada GO-JEK kan, ya ojek. Terus naik bajaj. Saya ke mana-mana itu naik transportasi, saya orang enggak punya, wong namanya mobil aja enggak punya, wong kita di sini kerja ikut orang merantau," tambahnya.

Seperti apa kisah Andre hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses, sekaligus Direktur Utama PT Cempaka Tirta Nusantara. Berikut wawancara yang dilakukan reporter Ayooberita.com, Yulistyo Pratomo di bilangan Senopati, Jakarta Selatan:

Sebenarnya apa sih yang harus dimiliki seorang karyawan agar bisa mendapatkan hasil demi mengejar impiannya sendiri?

Jadi saya tuh dulu bukan pengusaha, saya dulu tuh karyawan. Saya dulu kuliah pernah di Surabaya, ambil jurusan ekonomi, pertengahan jalan berhenti, karena satu dan lain hal waktu itu, ya sudah saya tidak bisa teruskan kuliah. Karena enggak punya ijazah, cari kerja minim-minim ijazah S1. Ijazah saya cuma SMA, nah dari sana saya belajar ikut orang, kerja jadi pernah di tour travel, properti apartemen, jual asuransi, jual pupuk, pokoknya pernah. Sampai saya pernah keluar pulau kerja di kapal, pernah juga. Jadi untuk menjadi pengusaha itu kuncinya satu, kemauan dan tekad dari kita sendiri.

Karena mungkin saya berpikiran cuma, wah saya enggak mau punya gelar SMA tetapi bukan berarti cuma lulusan SMA enggak bisa sukses, enggak bisa usaha sendiri. Karena banyak kan mungkin di dunia pendidikannya kurang bagus, tetapi di dunia bisnisnya melejit. Nah kalau semua orang bisa kenapa saya enggak? Itu aja dulu, dari sana saya mulai belajar, tapi karena saya enggak punya istilahnya banyak support dari keluarga juga ya belajarnya dari orang, ya itu kerja di orang, dari saya udah mulai ngerti, baru belajar punya usaha sendiri. Harus punya tekad.

Selain modal tekad, apa yang anda lakukan sebelum akhirnya memulai usaha sendiri? Apalagi bagi sebagian orang sangat sulit meraih modal yang diinginkan.

Jadi dulu awalnya saya itu karena kerja ikut orang ya saya disuruh kerja apa saja saya lakuin. Saya enggak pernah bilang enggak, dari sana saya dipercaya. Nah, kuncinya memulai usaha tanpa modal itu dipercaya orang, itu adalah modal utama sebetulnya. Kalau kita ngomong modal, modal itu enggak melulu ngomong duit enggak, kalau orang bilang butuh duit, butuh duit, duit itu nomor ke sekian, tapi enggak dipercaya kan. Tapi kalau orang enggak punya duit dia dipercaya orang, bisa jadi duit.

Jadi mungkin dulu kunci utama saya itu dipercaya orang dari sana saya diberi beberapa kerjaan-kerjaan, nah dari situlah saya mulai, "oh ternyata hidup ini enggak melulu dari modal duit ya." modal kepercayaan bahkan bisa jadi duit, itulah yang saya belajar dan menjadi kunci utama bahwa seorang pengusaha itu dipercaya, harus jujur, harus punya tanggung jawab, itu yang kita harus punya, kalau kita mau punya bisnis dan menjadi pengusaha.

Apa sih sebenarnya yang menjadi motivasi anda hingga sampai seperti ini? Apakah dari membaca buku tertentu, atau orang-orang tertentu kah?

Kalau saya cuma motivasi begitu-begitu, kita harus berpikir bahwa kita kerja ini bukan cuma untuk diri sendiri. Kunci utama yang selalu buat saya termotivasi pasti orangtua, karena kita harus bisa bahagiakan keluarga, bahagiain orangtua. Jadi kadang-kadang di dunia usaha ini pasti ada pasang surut, naik, turun, jatuh, bangun, ngesot kita semua sudah pernah. Semua sudah pernah kita lakuin. Ya kuncinya satu, karena kita ingin bahagiain keluarga, itu menjadi motivasi utama.

Lalu, bagaimana ceritanya hingga bisa membangun PT Cempaka, perusahan yang kini anda pimpin?

Jadi waktu bangun Cempaka itu, saya awalnya begitu keluar dari perusahaan yang lama saya bangun perusahaan sendiri, saya ajak gabung beberapa temen yang ada di perusahaan lama untuk bangun usaha sendiri. Berjalannya waktu, memang yang namanya hidup pasti naik turun tadi. Di tahun kedua, ada masalah. Tim yang saya bawa, bubar. Yang namanya tadi partner, enggak cocok, punya visi misi dan prinsipnya sudah enggak sama, akhirnya sudah berjalan di tahun kedua bubar.

Jadi semua temen-temen yang dulunya gabung, yang tadinya baik akhirnya sudah jadi kurang bagus, lalu saya bilang bahwa dari awal kan saya yang modalin, ya sudah mereka saya keluarkan, setelah itu Cempaka ini berdiri sendiri tanpa ada orang-orang lain lagi yang dulu pernah ikut gabung. Nah dari sana kita mulai proses untuk proses bisnis ke depan lagi, tapi ya memang itu enggak mudah.

Seberapa kecewanya anda saat itu? Apakah sempat merasa usaha yang anda baru mulai ini bakal berhenti di tengah jalan?

Pasti, kalau kecewa ada, kalau sedih ada, tapi kalau berhenti ndak ada, nah itu yang enggak boleh ada. Namanya orang ini kalau kita sedang struggling, berarti kita ahris percaya bahwa kita sedang berproses, berprogesing dan kita ada suatu hasil yang harus kita lalui.

Saya percaya bahwa kalau seseorang melalui masalah berarti kalau orang menghadapi masalah itu ya itu berarti dia berada di jalan yang seharusnya dia jalani dan dia sedang berprogesi untuk menjadi lebih baik. Tetapi satu kuncinya, enggak boleh berhenti, hajar terus.

Hipmi kan pengusaha pejuang, pejuang pengusaha. Lah intinya pengusaha ya berjuang, harus berjuang terus.

Lalu dukungan dari orangtua sebesar apa?

Kalau orangtua, ya Papa saya itu dulu cuma bilang, "kamu itu modalnya ini. Kamu punya otak, punya kaki, ya udah itu dipake punya tangan, ya itu yang dipake buat bekerja."

Jadi dari dulu itu yang itu aja yang saya pikirin yang bisa saya kerjain, saya kerjain. Dan saya enggak pernah bilang enggak, disuruh apapun saya enggak pernah bilang enggak, saya selalu bilang ya. Tetapi kita juga harus belajar untuk jadi lebih baik. Itu saya ngalamin tahun 2012 saya pertama kali di Jakarta, saya dari Jember.

Tapi dulu saya sempet struggling di Jakarta, dua tahun kan saya di Jakarta enggak ada siapa-siapa, saudara enggak punya, teman enggak punya. Ke mana-mana naiknya busway, ke mana-mana dulu belum ada GO-JEK kan, ya ojek. Terus naik bajaj. Saya ke mana-mana itu, itu transportasi saya, enggak punya wong namanya mobil aja enggak punya, wong kita di sini kerja ikut orang merantau. Namanya kerja ikut orang ya makan seadanya.

Sabtu, Minggu enggak ke mana-mana karena enggak punya siapa-siapa dan juga kita kerja sama orang. Gaji dulu berapa sih? Paling sebulan tiga juta, paling uang makan nambah berapa sih, gopek (Rp 500 ribu) paling kan ya? Tapi itu yang dipakai untuk bertahan hidup.

Bahkan saya dulu kuliah, saya enggak dapet kiriman dari orangtua. Wah, itu pengalaman saya yang paling membuat motivasi, bahwa saya pernah tuh mau ambil uang enggak bisa ambil uang di ATM, soalnya tinggal Rp 50 ribu. Jadi kalau mau ambil Rp 50 ribu kan enggak boleh, masih harus ada uang sisa. Kalau Rp 100 ribu baru bisa ambil Rp 50 ribu, dulu enggak bisa ambil sampai enggak bisa makan.

Terus saya inget kan di kos-kosan, saya punya teman, saya punya gitar. Waktu SMP saya suka main gitar. Saya bawa lah itu gitar ke Surabaya ke kos-kosan, terus waktu itu temen nawarin mau beli gitar saya. Saya bilang, "saya enggak jual, jangan nih soalnya kenang-kenangan." Tapi waktu itu kepepet, lalu saya tawarin ke teman saya, "lu masih mau beli enggak gitar gua?" "Lu mau jual berapa?" "Terserah lu, dulu waktu gua beli gopek." Lima ratus ribu itu dulu. Lalu teman saya jawab, "oh ya udah gua beli deh Rp 300 (ribu)." "Ambil deh".

Saya kasih itu gitar, nah saya bisa hidup satu minggu di Surabaya waktu itu. Jadi itu membuat saya, "wah, saya pernah alami titik di mana pernah masuk ke lowest point of my life," dan itu yang membuat saya harus selalu bangkit lagi, bahwa orang itu harus merasakan bahwa hidup itu harus penuh dengan perjuangan, itu yang membuat kita selalu termotivasi saya biasa udah dari orang bawah saya tahu gimana rasanya, susah mau berjuang, mau struggling, mau seperti apa, guling-guling udah pernah, itu yang membuat kita menjadi harus lebih baik lagi, lebih fight lagi, apalagi hidup di Jakarta, hidup di ibu kota ini berat bos.

Ya kita cuma mikir kita masih punya orangtua, minimal kita bisa bahagiain orangtua ya itu dulu motivasi kita kerja bener, kerja baik ya kan, apapun. Saya pernah dulu ditawarin sama bokap, "kamu pulang aja deh ke Jember", soalnya waktu itu lagi struggling, saya itu cerita sama bokap bukan berarti saya harapannya saya begitu, saya cuma ingin cerita aja. "dah kamu pulang ke Jember nanti buka toko, atau buka apa gitu," langsung saya bilang ke bokap saya. "Lho, lebih baik saya ini gembel di Jakarta dari pada saya pulang ke Jember, saya pernah bilang gitu ke bokap saya." Udah harus punya tekad yang kuat, kalau enggak kuat ya orangtua kita bilang aku ingin pulang, ya gitu bisa ya pulang.

Pernah sampai merasa gundah?

Enggak pernah (gundah). Makanya kita harus punya tekad yang kuat itu tadi.

Jangan pernah menyalahkan keadaan dan kondisi. Itu adalah salah satu kunci bahwa keberhasilan seseorang itu tidak boleh kita ini bergantung pada satu kondisi apalagi saat kita gagal.

Tapi kondisi itulah yang harus kita manfaatkan untuk bisa menjadi suatu momentum, suatu peluang buat kita untuk jadi lebih baik lagi.

Jadi orang kalau bilang ya karena kan keluarga kan bukan keluarga orang kaya, keluarga gua enggak bisa kasihin modal segala macem, ya terus kenapa? Kita tidak pernah bisa juga memilih, di mana kita dilahirkan, suku apa kita dilahirkan, siapa orangtua kita, kondisi ekonomi keluarga kita, kondisi sosial keluarga, kita enggak bisa pilih. Kita ya sudah lahir di sana brojol di sana, ya kan?

Tapi, kalau kita sampai meninggal, sampai kita sudah dewasa, punya kerja, segala macam tapi kita masih dalam kondisi yang di bawah taraf kehidupan yang salah, ya salah kita sendiri. Jangan pernah menyalahkan keadaan, karena banyak orang yang dulunya bukan dari siapa-siapa tapi jadi orang kaya itu banyak banget.

Lah kalau dia bisa kenapa kita enggak? Yang membuat kita enggak bisa itu sebenarnya mindset kita, cara berfikir kita yang selalu menyalahkan keadaan itu yang enggak boleh.

Kemudian bisa memutuskan untuk bergabung dengan Hipmi, apa alasannya?

Itu tahun 2015, jadi saya waktu itu di Jakarta tahun 2012. Keluar kerja tahun 2014, punya usaha tahun 2014. Saya mikir, "Di Jakarta sendiri nih, waduh mati gua." Minim-minim satu mingguan. Tahun 2014 kan saya punya perusahaan tuh, saya mikir enggak bisa begini terus, minimal harus punya temen kek, punya koneksi, jaringan.

Saya mikir, "gimana ini ya, Jakarta enggak tahu siapa-siapa, oh ada satu organisasi namanya Hipmi. Waktu itu dari temennya temen rekomendasi masuk ke Hipmi, nah syaratnya harus punya perusahaan. Nah, kebetulan saya sudah punya, gabunglah saya di Hipmi tahun 2015 itu. Jadi saya di Hipmi 2 tahun, jalan 3 tahun sekarang.

Ya itu tadi, ketum Afi. Waktu itu saya dateng, ketemu ketum Afi, ketum Afi kan menang musda (musyawarah daerah). Saya salah satu timses, timses kan bukan cuma saya, ratusan orang. Ketum jadi (terpilih), saya waktu itu beberapa bulan setelah itu saya kontak ketum Afi. "Tum pengeng ngobrol-ngobrol nih tum, santa." "oh oke, gua lagi di Makassar nih, tunggu gua pulang dari Makassar ya." "Oke siap tum, minggu depan ya".

Ketum Afi sesampai di Jakarta kontak gua, "gua di Jakarta nih." "Oke tum, malem ada waktu bisa ketemuan."

Dia enggak tanya, apa urusan gua ketemu dia, enggak. Dan dia juga enggak tahu gua ini mau ngomong apa. Gua datengin, habis gitu ketum Afi bingung, kaget gua ngomong, "tum gua mau maju jadi calon ketua Hipmi Jaktim." Kaget dia. "Ya serius masa gua bohong kan." "Bener ya." Lalu kita salaman.

Motivasi saya, saya cuma ingin dikenal. Saya merasa saya bukan siapa-siapa, bukan anaknya siapa-siaa, saya juga bukan dari kota besar, saya dari kampung, orang enggak kenal saya berpikir bahwa saya punya impian besar, harapan besar, minim-minim ya saya harus dikenal.

Hipmi ini adalah suatu wadah, salah satu organisasi yang menurut saya sangat baik dan temen-temen berkumpul rata-rata pengusaha, bos semua. Mau bos kecil, bos besar. Minim-minim saya harus dikenal, ya orang tahu saya, saya punya visi lebih besar, saya buat mental ini terbentuk.

Dulu saya ngomong sama ketum Afi, saya cuma bilang, "kalau saya mau dipercaya, gua cuma mau membuktikan saya bisa dipercaya." Tapi waktu itu ketum Afi cuma minta, "ya udah silakan."

Silakan tapi dalam arti apa? Ya elu buktikan dulu dong, lu bisa enggak dipercaya. Ini masih ada waktu kampenye, enam bulan nih. Ya gua buktiin, dalam waktu enam bulan ini ketum Afi baru kenal sama gua kan baru satu tahun. Wong masuk hipmi 2015 aktif di 2016, habis gitu 2017 langsung musda.

Masuk enggak kenal siapa-siapa, rekomendasi dari siapa Andre ini, enggak ada yang tahu. Andre ini siapa, siapa keluarganya? Enggak ada yang tahu. Orang dari kampung kok. Tahunya ketemu satu kampung.

Akhirnya gua buktiin, voter 25 orang. Gua teleponin satu-satu, gua datengin satu-satu. Ngomong maksud dan tujuan apa, gua usaha semuanya. Sampai akhirnya udah mendekati hari H pemilihan sudah ditutup sama ketum Afi. Dari situ gua tahu, bahwa usaha tidak membohongi hasil, dari yang gua bukan siapa-siapa, dari gua yang enggak dikenal bisa dipercaya. Itu tadi kemauan kita dan harus komitmen, harus menunjukkan bahwa kita layak untuk dipercaya. Itu yang harus ada.

Lalu membagi kesibukan antara kesibukan di Hipmi dan perusahaan bagaimana?

Kita sih lebih fleksibel, tetapi kalau kita sudah dipercaya di suatu organisasi ya pasti kita harus menunjukkan. Minimal program-program nyata, kongkrit yang bisa kita buktikan. Untuk di Hipmi sendiri saya juga tidak sendiri, saya dibantu sekretaris saya, Sandi Manela, dan bendahara umum itu adiknya ketum Afi, Faisal Kalla.

Jadi ya saya juga memilih kan temen2 yang mau berorganisasi yang bsia meluangkan waktu, tenaga pikiran segala macam, jadi saya juga enggak beban jadi mau di organisasi jalan, di bisnis jalan. Tidak menutup kemungkinan juga dari organisasi menimbulkan bisnis, itulah tadi kenapa saya kok ingin dikenal, karena saya ingin semua orang tahu bahwa, "oh ini Andre ketua umumnya." Sampai jadi ketua umum. Ini kan pilihan, kalau enggak dipilih enggak mungkin jadi ketua umum, untuk dipilih harus membuktikan dulu.

Itulah rentetan-rentetan itu kalau kita mau lihat ya usaha tidak akan membohongi hasil. Akhirnya orang kalau mau berbisnis sama saya mau enggak kira-kira? Percaya enggak kira2, ya gitu. "Ya bisnis yuk bro." "Andre siapa?" "Oh dia ketumnya Jaktim." "Dia dipilih sama ketum Afi lho." "Aklamasi lho." "Dia enggak ada lawan lho." Orang kan lebih, "oh ketum Afi percaya sama dia, kalau ketum afi percaya masak kita enggak percaya." Kan gampang mindset orang kan kadang-kadang gitu kan. Nah itulah yang harus kita jaga, trust itulah. (TYO)

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Gaya - 22 Januari 2019 17:46:10 wib

Sony Hadirkan Kamera Mirrorless Khusus Buat Vlogger

Kabar baik bagi penggemar bikin vlog dan sedang berencana membeli kamera baru. Ya, sebab minggu ini Sony meluncurkan kamera mirrorless Sony a6400, yang dirancang khusus untuk para vlogger. Kamera mirrorless Sony a6400
Gadget - 22 Januari 2019 17:03:27 wib

Smartphone Terbaik Hadir di Consumer Electronics Show 2019

Consumer Electronics Show (CES) 2019 sebenarnya lebih dikenal dengan pameran elektronik untuk konsumen, meliputi televisi, peralatan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci, hingga PC. Pameran smartphone utamanya
Asosiasi Lain - 22 Januari 2019 16:30:53 wib

Asosiasi Fintech Siapkan Sertifikasi Proses Bisnis P2P Lending

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bakal segera melaksanakan program sertifikasi internal terhadap proses bisnis peer to peer (P2P) lending. Kuseryansyah, Ketua Harian AFPI mengatakan beberapa agenda
Nasional - 22 Januari 2019 16:00:45 wib

Media Massa Dilarang Pajang Logo Dewan Pers

Dewan Pers melarang media di Indonesia yang memuat logo Dewan Pers di halaman atau laman media tersebut. Sebab, hal itu bisa menimbulkan kesalahan interpretasi dan persepsi di masyarakat mengenai hubungan institusi
Nasional - 22 Januari 2019 16:00:33 wib

Menkominfo: Pembatasan Forward WhatssApp Agar Hoaks Tak Jadi Viral

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengemukakan, pembatasan pesan terusan atau forward melalui media sosial khususnya WhatsApp (WA) yang berlaku mulai Selasa (21/1) siang ini, ditujukan untuk
Gadget - 22 Januari 2019 15:46:02 wib

Galaxy M20 Ditunjang Dua Kamera Belakang

Informasi seputar ponsel mid-range Samsung mendatang, Galaxy M20, telah bocor secara masif selama sebulan terakhir. Dan foto hari ini kembali mengonfirmasi atau mempertegas desas-desus yang sebelumnya
Politik - 22 Januari 2019 15:13:57 wib

Fadli Zon Sebut Pembebasan Abu Bakar Baasyir Blunder Pemerintah

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menilai wacana pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir merupakan cara petahana meraup dukungan umat Islam dalam Pilpres 2019. Dia mengkritik di antara pemerintah sendiri saat
Ayoo Memilih - 22 Januari 2019 14:57:46 wib

Maruf Amin Buka-bukaan Persetujuannya Jadi Wakil Jokowi

Calon Wakil Presiden, Maruf Amin, menegaskan bahwa dirinya mengikuti kontestasi Pemilu 2019 bukan sekadar kemauan pribadi. Sebagai Mustasyar PBNU, dia juga menyebut ditugaskan oleh para kiai sepuh yang memintanya demi
Bisnis - 22 Januari 2019 14:34:15 wib

Ada Revitalisasi, Jalur 10 Stasiun Manggarai Ditutup Sementara

Proses pembangunan Stasiun Manggarai kini sudah memasuki tahap revitalisasi. Demi keamanan para penumpang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk menutup sementara jalur 10 di stasiun sentral tersebut. Di
Teknologi - 22 Januari 2019 14:31:31 wib

Facebook Luncurkan Fitur Petisi Online

Facebook baru saja meluncurkan fitur anyar bernama Community Action. Fitur ini kurang lebih merupakan petisi online mirip Change.org yang dikenal di Indonesia, namun dibesut oleh Facebook dan beredar di dalam jejaring
Eropa - 22 Januari 2019 14:06:37 wib

Global Warming, Lapisan Es Greenland Dilaporkan Mencair Lebih Cepat

Lapisan es di Greenland dikabarkan mencair lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan. Fakta ini didapat dari penelitian yang mengungkap laju pencairan es telah meningkat empat kali lipat sejak tahun 2003. Selama ini,
Nasional - 22 Januari 2019 13:57:46 wib

Polri Beri Keamanan Ketat di Pabrik Percetakan Surat Suara

Polri akan mengerahkan sepertiga dari total 194.000 personelnya untuk mengawal proses pencetakan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019. "Secara umum di tahapan pencetakan surat suara sepertiga
Asia - 22 Januari 2019 13:29:35 wib

Ulama Terkenal Arab Saudi Tewas di Dalam Tahanan

Ulama dan Imam terkenal yang merupakan penceramah di Masjid Madinah meninggal di penjara Arab Saudi akibat buruknya kondisi tahanan di negara itu sebagaimana disampaikan oleh para aktivis. Syekh Ahmed al-Amari
Nasional - 22 Januari 2019 13:08:29 wib

Jenderal Tito Angkat Irjen Idham Azis Jadi Kabareskrim

Kapolri Jenderal Tito Karnavian merombak sejumlah perwira tinggi yang menempati jabatan stategis, salah satunya jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskim) Polri. Dalam telegram bernomor ST/188/I/KEP.2019
Korporat - 22 Januari 2019 12:24:43 wib

PT Adakom Gelar Customer Gathering bagi Ayooklik.com

PT Adakom International Technology, distributor Dell menggelar customer gathering produk Dell di Ayooklik.com. Pemaparan update produk enterprise, dekstop dan workstation juga produk terbaru Dell lainnya digelar di
Hukum - 22 Januari 2019 12:08:20 wib

Di Depan Hakim, Eni Ngaku Diminta Setnov Loloskan Proyek PLTU Riau-1

Wakil Ketua Komisi VII Eni Saragih mengaku hanya menjalankan perintah Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua Umum Golkar sekaligus Ketua DPR. Perintah itu untuk membantu bos Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes
Teknologi - 22 Januari 2019 09:58:51 wib

Atasi hoaks, WhatsApp Batasi Pesan Tulisan Terusan

Penyedia layanan pengiriman pesan WhatsApp (WA) membatasi berapa kali seorang pengguna meneruskan satu pesan terusan menjadi lima kali saja sebagai upaya mencegah penyebaran informasi palsu. Sebelum ketentuan terbaru
Asosiasi Lain - 22 Januari 2019 09:30:19 wib

idEA Tunggu Kepastian RPP e-Commerce

Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) menunggu kepastian terbitnya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) e-Commerce yang tengah digodok oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan. idEA terlibat dalam diskusi
Teknologi - 22 Januari 2019 09:25:43 wib

Google Kena Denda USD 57 Juta oleh Regulator Prancis

Regulator proteksi data di Prancis mendenda Google sebesar 50 juta euro (USD 57 juta) karena telah melanggar aturan privasi online Uni Eropa. Adapun denda tersebut merupakan yang terbesar yang diberikan kepada raksasa
Ayoo Memilih - 21 Januari 2019 17:46:17 wib

Median: Kenaikan Elektabilitas Prabowo Terus Naik Namun Lambat

Lembaga Media Survei Nasional (Median) mencatat kenaikan elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno medio November 2018 hingga Januari 2019. Berdasarkan
Balap - 21 Januari 2019 17:39:13 wib

Rossi Sebut Indonesia Soal Pebalap Pemberani di Balap Motor

Valentino Rossi masih akan turun di MotoGP 2019 meski sudah berusia 40 tahun. Pembalap Yamaha itu merasa percaya diri karena bisa tampil kompetitif dengan para pesaingnya. Dia sendiri awalnya tidak menyangka bisa
Sepakbola - 21 Januari 2019 17:33:13 wib

Dipecat MU, Mou Buka-Bukaan Soal Konfliknya Dengan Manajemen

Jose Mourinho akhirnya buka-bukaan soal konfliknya saat masih menangani Manchester United. Mourinho mengakui, selama membesut MU, pikirannya tak fokus untuk mengurus tim. Ada satu masalah yang juga dipikirkan
Ayoo Memilih - 21 Januari 2019 17:28:34 wib

Maaruf Jawab Tundingan Jokowi Antiislam: Wakilnya Aja Kiai

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Maaruf Amin heran dengan pihak yang menuding Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo anti-Islam. Dia mengatakan, dengan memilih dirinya sebagai calon wakil presiden justru
Ayoo Memilih - 21 Januari 2019 17:28:16 wib

Bawaslu Gandeng Facebook Awasi Media Sosial Selama Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Facebook mengawasi aktivitas kampanye di media sosial pada Pemilu 2019. Bawaslu juga menggandeng raksasa media sosial itu untuk melatih staf Bawaslu tentang penanganan ujaran
Nasional - 21 Januari 2019 17:22:41 wib

Luhut Bandingkan Kinerja Penemu CVR Dengan Tim Dari Singapura

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengapreasi para penyelam TNI AL dan tim yang menemukan black box berisi cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 yang
Ayoo Memilih - 21 Januari 2019 17:07:47 wib

Survei Median: Elektabilitas Prabowo Mulai Dekati Jokowi

Lembaga sigi Media Survei Nasional (Median) mencatat selisih elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kian menipis. Hal itu merujuk
Nasional - 21 Januari 2019 16:50:48 wib

Sedih, Ada Dokter Bergaji Di Bawah Standar

Pelayanan dan pembiayaan kesehatan menjadi dua sistem yang sangat menentukan sistem kesehatan yang baik di sebuah negara. Selain sarana dan prasarana, standar pelayanan dan pembiayaan kesehatan dari tenaga kerja
Ayoo Memilih - 21 Januari 2019 16:39:34 wib

Ada Penyandang Dana Fiktif Buat Kampanye Jokowi & Prabowo

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemukan belasan penyumbang fiktif dana kampanye pasangan capres cawapres nomor urut 01 dan 02. Belasan penyumbang fiktif itu merupakan penyumbang kategori
Teknologi - 21 Januari 2019 16:28:54 wib

ViewSonic Persembahkan Televisi Segmen Gaming

ViewSonic baru saja mengumumkan merek khusus atau sub-brand untuk segmen gaming, yaitu ViewSonic Elite. ViewSonic memang sudah merilis beberapa produk monitor untuk gaming, termasuk monitor lengkung. Namun dengan
Teknologi - 21 Januari 2019 16:10:02 wib

Facebook Pikat Remaja dengan Fitur Meme LOL

Facebook terus berusaha untuk memikat perhatian anak-anak muda, khususnya remaja. Kali ini, raksasa media sosial asal Negeri Paman Sam tersebut, sedang mengerjakan sebuah fitur baru atau feed spesial "meme"