Afi Kalla, Si Anak Pesantren Yang Kini Jadi Direktur Di Perusahaan Besar

Yulistyo Pratomo
08 Desember 2017
Afifuddin Suhaeli Kalla. (Ayooberita.com/Yulistyo Pratomo)
Share Via

Lahir dan tumbuh di tengah keluarga besar Kalla tidak lantas membuat Afifuddin Suhaeli Kalla mendapatkan posisi yang diinginkannya. Dia diharuskan menapaki kariernya dari bawah, sampai akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh untuk memegang kendali keuangan perusahaan.

Pengalamannya sekolah di pesantren serta memulai karier dari bawah membuatnya meyakini kerendahan hati merupakan bagian dari kehidupan. Meski begitu, Afi, sapaan Afifuddin Suhaeli Kalla, pernah keras kepala karena tidak mau bekerja di bawah bendera perusahaan keluarga dan berniat bekerja di perusahaan lain.

Namun, kesabaran sang ayah dan keluarga besarnya membuat dia mengubah pikiran itu. Namun, dia harus memulainya dari bawah sebelum akhirnya dipercaya memegang kendali keuangan perusahaan di Bukaka Group.

Bukaka adalah perusahaan yang dibangun kakeknya, Haji Kalla, sekaligus ayah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sedangkan Afi merupakan generasi ketiga dari keluarga besar Jusuf Kalla.

Seperti apa kisahnya? Berikut petikan wawancara Ayooberita.com di kantornya beberapa waktu lalu di kantornya:

Kenapa tertarik finance (keuangan)?

Dari SMA gua diplot ibu gua jadi insinyur, karena tahu ada perusahaan teknik lah. Tapi, karena waktu itu pas SMA kimia gua merah jadi gagal lah gua untuk masuk ke dunia teknik. Akhirnya gua berfikir bahwa berkarier enggak cuma dunia teknik doang, masih banyak dunia-dunia, akhirnya gua masuk IPS gua waktu itu masuknya ekonomi pas kuliah.

Kenapa ekonomi? Karena menurut gua bokap gua background-nya ekonomi, dia biasa urusan finance lah di perusahaan dan menurut gua itu hal yang menarik, gua tahu itu dari kecil dan menurut gua itu hal yang menarik, jadi menurut gua bukan hal yang baru ya. Pas gua masuk ternyata gua bisa selesai sekolah empat tahun tetapi skripsi gua dua tahun jadi sama aja sih enam tahun juga.

Jadinya quite interesting kalau misalkan di finance, karena menurut gua dunia finance itu pakai logika banget dan everything in finance bisa ellaborate terus, bukan sesuatu yang pasti dari finance banyak, dari fatigue banyak turunannya, apalagi belajar dari UI capital market banget mereka kapitalis banget jadi menurut gua itu lumayan ngebuka pikiran gua dan putuskan gua masuk ke dunia finance.

Sebenarnya cita-cita awalnya mau jadi apa?

Gua mau kerja di investment bank, gua mau kerja di Goldman Sachs, mau kerja di Merrill Lynch multinational investment bank dulu, kerjanya di Sudirman, di Kuningan, terus sekolah susah maunya kerjanya di daerah situ, tapi ternyata ujungnya disuruh kerja di pabrik tapi it's ok lah.

Kerja di perusahaan besar dan milik keluarga pasti mendapatkan pandangan bahwa anda adalah anak si anu, anak si ini. Nah bagaimana cara menghadapi semua itu?

Gua pertama kali kerja di sini tahun 2009 itu enggak langsung dapet posisi juga, jadi awalnya jadi staf keuangan dulu. Kerjaan pertama gua tuh bikin surat, ngitungin bon, ke gudang ngitungin inventaris stock lah, pokoknya pekerjaan yang inilah.

Sempet gua berantem karena menurut gue ini pekerjaan yang enggak pantes buat gue karena kuliah susah-susah 6 tahun di UI pula namun tiba-tiba gua disuruh kerja beginian, awalnya gua enggak mau, itu yang akhirnya lama-lama pelan-pelan gua mulai adaptasi habis itu 2011 sekolah buat improve baru 2011 balik, nah di situ mulai berasa tuh bahwa yang namanya kita diomongin ini anaknya yang punya, ini anaknya segala macam kita jadi beda dipandang karena suda sekolah S2 terus udah punya tanggung jawab beda lah, saat itu di keluarga cuma trust kalau kita dapet kepercayaan dari keluarga itu bisa ngejawab semua yang itu tadi.

Waktu belajar dari bawah, apa aja yang didapat?

Banyak. At least saya tahu perusahaan ini seperti apa, cara kerjanya dari bawah, gue bergaul pertama kali sama staf-staf keuangan, gue tahu dari level manajer. Jadi kita tahu bagaimana perusahaan itu seperti apa lah.

Pernah enggak tersirat enggak sih sebenarnya enggak mau kerja di perusahaan keluarga?

Awalnya begitu, awalnya enggak mau bekerja di perusahaan keluarga. Akhirnya berantem sama bokap gua sendiri karena dia merasa bahwa enggak ada lagi generasi ketiga ini, generasi keluarga gua ini, generasi ketiga ini cowoknya dikit, laki-laki itu dikit, laki-laki itu enggak banyak, banyakan perempuan sepupu-sepupu gua, jadi dia bilang "siapa lagi? Enggak ada lagi" gitu kan dan "papa lihat ada harapan di kamu", awalnya gua enggak mau, "ngapain gua kerja, kuliah susah-susah terus kerja di pabrik, ogah," gua bilang gitu.

Akhirnya lama-lama dikasih pemahaman, lama-lama dia kasih unjuk ke gua gimana sih dunia bisnis, gimana sih dunia kerja kita sekarang, tapi lama-lama gua tertarik juga bahwa gua merasa terpanggil. Merasa terpanggil karena kayak melihat bahwa sayang juga ini bisnis keluarga kalau misal keluarga enggak ada yang mau nerusin, karena gua ini di keluarga gua ini gua generasi ketiga, karena generasi ketiga ini adalah generasi yang paling penting.

Kalau baca beberapa buku itu biasanya generasi ketiga yang ngancurin, tapi gua enggak setuju dengan buku itu karena gua pernah membaca juga dan pernah melihat success story dari berbagai family business, gua enggak setuju karena itu. Karena menurut gua gini.

Yang dikatakan generasi ketiga itu menghancurkan itu adalah jika generasi keduanya itu meninggalkannya tidak bagus. Generasi pertama membuat, generasi mengembangkan dan cara mengembangkannya gini, pertumbuhan keluarga itu kan berlipat dari kakek kita yang punya anak lima, dari lima itu punya anak lagi, masing-masing empat aja udah 20. Begitu terus kan, dari 20 itu nanti beranak lagi.

Begitu juga dengan perusahaan, dari kakek kita cuma 1 perusahaan, turun ke generasi kedua dia punya lima anak bikinlah lima anak perusahaan, itu dah penting banget. Jadi jangan menggerogoti 1 perusahaan ini, kalau satu perusahaan ini digerogotin dengan pertumbuhan keluarga yang terus meningkat dua kali lipat itu enggak akan imbang. Jadi dia harus dari satu perusahaan dia udah harus mikirin oh saya punya lima anak, saya bikin lima perusahaan. Tapi dari lima perusahaan itu anaknya bikin lagi anak-anak perusahaan lagi, unit-unit baru.

Supaya apa? Supaya yang paling penting adalah keadilan di bisnis keluarga, tanpa keadilan akan timbul konflik, konflik ini yang harus dihindari dalam perusahaan keluarga karena ini adalah yang paling penting karena satu superior dari yang satu itu akan menimbulkan kecemburuan. Jadi azas keadilan itu sangat penting apalagi dalam perusahaan keluarga, jadi menurut gua generasi ketiga bisa membesarkan lagi jika generasi keduanya bisa meninggalkan legacy yang sangat bagus.

Dan itu juga menjadi bagian dari tantangan anda?

Dan itu tantangan gua sekarang, mudah-mudahan apa yang dikerjakan sama generasi kedua gua sekarang sudah mencerminkan itu karena mereka belajarlah dari bisnis keluarga dengan tumbuhnya keluarga dengan membesarkan keluarga, bisnis juga harus semakin besar dan enggak boleh bisnisnya tetap satu tapi keluarganya makin banyak, itulah yang dikatakan bisnis hancur di generasi ketiga itu menghancurkan, karena sudah saatnya pas generasi ketiga itu dah habis bisnisnya.

Lalu tantangan apa yang anda dapatkan sebagai seorang direktur keuangan di usia muda?

Itu yang bikin gua bangun tiap hari, bangun pagi tiap hari itu. Kepikiran nanti gua di kantor gimana nih, maksudnya pastinya menghadapinya lumayan banyak karyawan dan bisnisnya lumayan ini dan ini perusahaan lumayan terbuka, jadi challenging gimana gua bisa overcome di usia yang muda ini.

Dalam bekerja, apa filosofi yang jadi pegangan anda?

Kalau gua, filosofi ya. Filosofi ini agak menarik, gua punya filosofi start from the lowest and end up to the highest dan itu selalu di kepala gua. Apa maksudnya? Jadi mulai segala sesuatu apapun itu ibaratnya kayak tangga, jadi apapun yang naiknya konstan, naiknya berjenjang, itu prosesnya juga ada proses yang dilalui lah dan kalau jatuh pun enggak terlalu sakit dia.

Beda sama yang naik lift ya, sama naik ekspres. Kita naik lift langsung dari bawah ke atas, tapi kita lupain tuh yang namanya proses-proses itu di bawah, akhirnya once kita enggak bisa keep up, di atas kita jatuh, jatuhnya ke bawah, mulai lagi dari nol.

Jadi menurut gua, setiap kita berusaha, setiap kita ngapa-ngapain mulailah dari titik yang paling bawah, kalau yang memang, kita harus melajar menerima itu bahwa ada lho titik paling bawah, titik tengah, titik ... supaya apa? Supaya kita menghargai yang di bawah kita, itu yang paling penting.

Kita enggak cuma melihat ke atas, kita juga bisa melihat ke bawah dengan mengalaminya, kalau kita enggak pernah mengalami mungkin kalau keja di perusahaan langsung dari direktur gua enggak akan pernah tahu susahnya dulu manajer-manajer gua, susahnya dulu staf-staf gua dulu kayak apa. Tapi karena gua mulai dari situ, gua tahu, "oh tiap hari mereka begini ya, dateng," gua lihat culture perusahaan gua sendiri dari staf-staf gua dan gua lihat sendiri di antara mereka. Jadi gua ini udah kayak keluarga kayak mereka jadi gua ini diceburin di situ dua tahun, jadi gua bareng mereka, gua buka puasa bareng mereka, gua pergi ke luar untuk outbound bareng mereka, jadi gua merasakan oh gua ini part of the company dulu and then habis itu ternyata gua part of the owner juga, jadinya gua ada hal yang spesial tapi menurut gua itu enggak berarti spesial kalau lo enggak pernah merasakan jadi orang yang disuruh, jadi menurut gua itu penting.

Start from the lowest nanti ujung-ujungnya you will end up to the highest.

Prinsip ini yang mau teruskan ke anak-anak anda nantinya?

Pasti, bagi gua filosofi itu penting karena orang itu enggak jumawa, orang itu enggak keburu sombong. Gua paling benci orang sombong, jadi itu didikan dari orangtua gua, itu didikan dari keluarga lah bahwa dalam hidup itu kita semua sama enggak ada yang dibeda-bedain, enggak ada yang harus lebih dari ... Intinya gini, harus bisa menempatkan diri lah. Tempat lo enggak boleh sombong ya elo enggak boleh sombong, di saat lo harus berakhlak baik ya lo harus berakhlak baik.

Siapa yang menjadi panutan dan sangat mempengaruhi karier anda?

Ayah gua, karena dia ngasih contoh ke gua bahwa kesederhanaan itu nomor satu. Itu hal yang gua lihat dari dia, bahwa kesederhanaan itu adalah hal yang mahal yang enggak bisa lo dapet dari mana-mana dan itu pengalaman hidup sih sebenarnya. Itu dari kecil.

Mungkin itu salah satu yang bikin gua itu dulu pernah pesatren gua, gua pernah pesantren satu tahun tujuannya cuma satu, supaya elo itu bisa melihat orang-orang lain di sekitar yang enggak pernah lo temui di kota ini. Membuka mata, "oh ternyata ada ya orang dari daerah, orang dari ini segala macam," dengan background macam-macam, dengan tingkat ekonomi yang berbeda-beda dalam satu tempat. (TYO)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?

Berikan komentar terkait berita ini

BERITA LAINNYA

Sepakbola - 16 November 2018 10:51:48 wib

Kroasia Ingin Lampiaskan Balas Dendam ke Spanyol

Timnas Kroasia, finalis Piala Dunia Rusia 2018 kini sedang menghadapi masalah berat. Tim asuhan Zlatko Dalic ini akan menghadapi Spanyol, Jumat (16/11/2018), pukul 02.45 WIB dalam lanjutan Liga Nasional Eropa di Stadion
Perbankan - 16 November 2018 10:46:28 wib

BI: Defisit Transaksi Berjalan di Level Aman

Bank Indonesia (BI) mencatat ada kenaikan defisit transaksi berjalan di triwulan III tahun 2018 dari yang sebelumnya US$8,0 miliar menjadi US$8,8 miliar. Bank Indonesia mengatakan bahwa kenaikan defisit transaksi
Makro - 16 November 2018 10:34:55 wib

Menkeu Prediksi Ekonomi Kuartal IV Melambat ke 5,16 Persen

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2018 akan berada di level 5,16 persen atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,19 persen. Proyeksi
Jakarta - 16 November 2018 10:18:26 wib

Pembunuh Sekeluarga di Bekasi Ngaku Sering Dimarahi

HS akhirnya mengakui telah menghabisi keluarga Diperum Nainggolan di Bonjong Nangka, Pondok Melati, Bekasi. Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap motif pembunuhan terhadap keluarga Diperum Nainggolan dilakukan HS karena
Hukum - 16 November 2018 09:32:02 wib

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Gugat Boeing

Salah satu keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada akhir bulan lalu mengajukan gugatan terhadap Boeing Co di pengadilan di Chicago, Illinois, AS. Irianto, ayah
Jakarta - 15 November 2018 19:02:01 wib

Pengangguran Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Diringkus

Seorang pria penganguran berinisial HS diringkus polisi karena diduga sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, yang terjadi Selasa (13/11). HS ditangkap di kawasan Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, saat akan
Perbankan - 15 November 2018 18:06:32 wib

Perbankan Kian Agresif Investasi Teknologi Informasi

Tranformasi digital menjadi alasan perbankan untuk meningkatkan investasi di bidang teknologi informasi. Pemerintah pun meyakini perubahan zaman adalah keniscayaan sehingga perlu secepatnya direspons oleh industri
Jakarta - 15 November 2018 15:44:53 wib

Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Pemprov DKI Jakarta menghapuskan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan sanksi administrasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) atau yang dikenal dengan istilah pemutihan. Penghapusan ini mulai berlaku 15
Sehat - 15 November 2018 15:17:09 wib

Ingat, Hirup Polusi Udara Sebabkan Kegemukan

Polusi yang keluar dari asap mobil atau asap pabrik yang kita hirup sehari-hari sangat berbahaya bagi otak dan tubuh. Sudah banyak pembuktian ilmiah yang menunjukkan masyarakat yang tinggal di kota-kota dan terkena
Perbankan - 15 November 2018 14:59:40 wib

Menkeu: Perbankan Harus Melek Teknologi agar Tak Kayak Dinosaurus

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong para pemimpin perusahaan perbankan untuk memahami perkembangan zaman di era digital. Sebab, sektor keuangan saat ini berada di garis depan untuk bisa menyerap dan mengakomodasi
Otomotif - 15 November 2018 14:45:34 wib

Motor Jawa Resmi Mengaspal di India

Jawa Motorcycles kembali berkiprah dalam bisnis, 22 tahun setelah tidak lagi produksi. Motor Jawa meluncurkan produk baru Jawa 45 berkapasitas 300cc dengan harga Rs 1,55 lakh atau sekitar Rp 31 juta. Ada tiga model yang
Teknologi - 15 November 2018 14:20:38 wib

Google Maps Miliki Fitur Mengirim Pesan

Google mempermudah pemilik usaha untuk mengaktifkan Profil Bisnis pada platform tersebut. Caranya melalui fitur baru di aplikasi peta Maps yaitu berkirim pesan. "Mengirim pesan ke akun bisnis membuat Anda tidak
Bursa - 15 November 2018 13:58:16 wib

2019: Tekanan Global Berkurang, Pasar Modal lebih Bergairah

Kondisi pasar modal Indonesia pada tahun 2019 akan lebih menarik sejalan dengan berkurangnya tekanan dari pasar global. Ada dua faktor yang menyebabkan kondisi pasar finansial dalam negeri akan kondusif. Yakni faktor
Sepakbola - 15 November 2018 13:49:54 wib

MU Terpuruk, Vidic Ingin Kembali

Pemain Gelandang Nemanja Vidic tidak puas dengan performa Manchester United (MU) yang kian terpuruk. Saat ini, Setan Merah, julukan MU, tercecer di papan tengah Liga Inggris. Pria berusia 37 tahun itu tak senang melihat
Teknologi - 15 November 2018 13:44:14 wib

HP Kenalkan Inovasi Baru untuk Pasar Asia Tenggara & Korsel

Perusahaan teknologi asal AS, HP Inc, menggelar kegiatan HP Home Planet 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia untuk memperkenalkan beragam inovasi baru kepada pasar Asia Tenggara dan Korea Selatan. VP President, Product
Balap - 15 November 2018 13:37:02 wib

MotoGP Valencia: Lorenzo Ingin Perpisahan Manis

Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo berharap dirinya bisa memberikan perpisahan yang manis untuk Ducati di seri terakhir MotoGP 2018, Valencia akhir pekan ini. Lorenzo resmi menyudahi kontrak dua tahun bersama Ducati pada
Kadin - 15 November 2018 09:31:51 wib

Kadin: Suku Bunga Pinjaman Tinggi Sulitkan Nelayan

Ketua Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengingatkan suku bunga pinjaman yang tinggi dapat menyulitkan nelayan mengembangkan usahanya. "Tantangan
Perbankan - 14 November 2018 18:26:01 wib

Ketua Perbanas: Era Digital, Perbankan Penuh Tantangan

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Kartika Wirjoatmodjo menilai perkembangan digitalisasi ekonomi memberikan tantangan bagi dunia perbankan. Maraknya layanan keuangan yang ditawarkan berbagai jasa
Olahraga Lainnya - 14 November 2018 17:50:39 wib

Petarung Bocah Tewas usia Tanding Muay Thai

Seorang bocah petarung Thailand berusia 13 tahun, Phetmongkol Por Peenapat, meninggal dunia setelah menderita pendarahan otak akibat bertanding Muay Thai pada Senin (12/11). Dilansir dari Bangkok Post, Rabu (14/11),
Jakarta - 14 November 2018 16:38:40 wib

Gubernur DKI Dituding Serobot Lahan KAI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah tudingan Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya bahwa pihaknya berselisih dengan PT Kereta Api Indonesia soal lahan di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di tanah yang dikatakan
Sepakbola - 14 November 2018 16:17:49 wib

Bonaventura Nambah Daftar Panjang Pemain Pesakitan AC Milan

Gelandang tengah AC Milan Giacomo Bonaventura dilaporkan bakal absen selama tiga hingga lima bulan ke depan. Ini menambah daftar pemain pesakitan julukan Rosonerri. Menurut Sky Sport, Rabu (14/11) disadur Football
Sepakbola - 14 November 2018 15:48:54 wib

Indonesia dan Thailand Sama-sama Kalahkan Timor Leste

Timnas Indonesia dan Thailand memang sama-sama memetik kemenangan saat bertemu Timor Leste di Piala AFF 2018. Namun statistik pertandingan menjadi gambaran beratnya tantangan, yang bakal dihadapi Tim Merah Putih di
Hukum - 14 November 2018 15:43:04 wib

KPK Lelang 52 Barang Gratifikasi Secara Online

Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) akan meluncurkan portal lelang online dengan domain lelang.go.id, Kamis (15/11) Di antara barang-barang yang ditampilkan di portal tersebut, ada
Bursa - 14 November 2018 15:05:04 wib

Saham Boeing Jatuh Dampak Lion Air JT 610 Kecelakaan

Saham Boeing Co. BA turun 2,1% setelah investor mencerna laporan Wall Street Journal bahwa produsen pesawat terbang di Amerika ini, diduga menahan informasi tentang potensi bahaya yang terkait dengan fitur kontrol
Sehat - 14 November 2018 14:51:57 wib

Rajin Minum Air Putih Jaga Kesehatan Ginjal

Rajin minum air putih dapat menjaga kesehatan ginjal, dan mencegah terjadinya penyakit batu ginjal.  Air putih punya kontribusi besar terhadap asupan cairan individu seluruh usia. Dengan cukup minum air putih,
Teknologi - 14 November 2018 14:40:31 wib

Spotify Dibenamkan dalam Apple Watch

Platform layanan musik streaming Spotify resmi dibenamkan dalam Apple Watch. Untuk dapat menggunakannya cukup memperbarui aplikasi Spotify di Iphone ke versi v.8.479, dan aplikasi tersebut akan muncul di arloji pintar
Jakarta - 14 November 2018 14:32:29 wib

Warga Jakarta Berharap Tarif MRT di Bawah Rp 10 Ribu

Sejumlah warga DKI Jakarta mengharapkan tarif tiket moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) yang terjangkau. Transportasi yang ditargetkan beroperasi Maret tahun depan diharapkan tarifnya antara Rp 5 ribu hingga Rp
Sepakbola - 14 November 2018 13:44:45 wib

Pogba Ngaku Betah di MU

  Dirumorkan bakal hengkang, nyatanya Paul Pogba bicara sebaliknya. Gelandang Prancis ini mengaku masih betah berseragam Manchester United (MU). “Saat kembali ke MU, itu adalah perasaan terbaik yang pernah
Teknologi - 14 November 2018 10:00:34 wib

Kurangi Stres dengan Batasi Penggunaan Media Sosial

Asyik seharian bermain dengan media sosial di layar gawai mungkin menyenangkan. Media sosial bak candu pelepas penat bagi kebanyakan orang. Namun, sejumlah penelitian mengkorelasikan penggunaan media sosial dengan
Olahraga Lainnya - 13 November 2018 16:19:20 wib

Daud Yordan: Hidup Tidak Selalu Mulus

Petinju Indonesia Daud 'Cino' Yordan mengungkapkan isi hatinya seusai dikalahkan Anthony Crolla dalam duel WBA Final Eliminator kelas ringan dunia di Manchester Arena, Sabtu (10/11) waktu setempat atau Minggu