Usai Akuisisi Texture, Nilai Saham Apple Pecahkan Rekor

Selasa, 13 Mar 2018 | 13:55:52 wib

Yulistyo Pratomo
penulis : Yulistyo Pratomo | yulistyo@ayooberita.com

 

Usai Akuisisi Texture, Nilai Saham Apple Pecahkan Rekor

Apple Store. (lowyat.net)


Saham Apple mencatatkan rekor level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan yang berlangsung Senin (12/3) kemarin. Nilai kapitalisasi pasar raksasa teknologi tersebut juga sempat melampaui USD 925 miliar untuk pertama kalinya.

Dilansir CNBC, Selasa (13/3), harga saham Apple ditutup di posisi USD 181,40 dengan kenaikan kurang dari 1% pada akhir perdagangan Senin.

Pada midday trading saham Apple bahkan sempat menembus USD 182, sekaligus mendorong nilai kapitalisasi pasarnya mencapai USD 925,4 miliar, sebelum ditutup di posisi USD 922 miliar.

Pencapaian itu menempatkan Apple unggul lebih dari USD 100 miliar di depan perusahaan terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, Alphabet, serta lebih dari USD 150 miliar mengungguli Amazon.

Senin kemarin, Apple mengumumkan telah mengakuisisi Texture, layanan berlangganan majalah digital yang membebankan para penggunanya USD 9,99 per bulan agar bisa membaca lebih dari 200 majalah di sebuah aplikasi.

Beberapa layanan publikasi yang tersedia meliputi People, Vanity Fair, Esquire, Good Housekeeping, dan GQ. Majalah-majalah ini bisa diunduh dan dibaca secara offline.

"Kami berkomitmen terhadap jurnalisme berkualitas dari sumber-sumber terpercaya serta memungkinkan majalah-majalah itu terus memproduksi cerita yang menarik untuk para pengguna," kata Senior Vice President Apple, Eddy Cue, untuk bidang perangkat lunak dan layanan internet, seperti dikutip CNN.

Saham Apple tetap melaju kuat mengabaikan pergerakan indeks Dow Jones di bursa Wall Street yang memerah pada akhir perdagangan kemarin.

Di sisi lain, ada kekhawatiran tren penguatan saham Apple akan berbalik. Chris Kimble dari Kimble Charting Solutions mengatakan apabila tren ini berlanjut maka bisa memiliki potensi terbalik yang serius.

Dilansir Market Watch, secara teknis Kimble menjelaskan bahwa saham Apple telah melalui 13 tahun terakhir di dalam alur yang naik.

Dorongan baru-baru ini membawa saham tersebut mencoba menembus resistance enam tahun. Jika itu terjadi, Kimble yakin akan ada lebih banyak pembeli yang menyambar momentum itu. (BISNIS/TYO)

Tags:

Apple