Parlemen Jepang Larang Bawa Bayi ke Ruang Sidang

Rabu, 14 Mar 2018 | 16:15:30 wib

Endy Purwanto
penulis : Endy Purwanto | endy@ayooberita.com

 

Parlemen Jepang Larang Bawa Bayi ke Ruang Sidang

Wanita Jepang bawa bayi di ruang sidang


Dewan Perwakilan Rakyat Kotamadya Kumamoto, Jepang berniat menerapkan aturan baru yang melarang bayi masuk ke ruang sidang gedung parlemen. Aturan baru itu terpaksa diterapkan, karena ulah Yuka Ogata. Salah seorang anggota dewan menggendong putranya ke ruang sidang parlemen.

Awalnya, seperti dilansir The Telegraph pada Selasa (13/3), sejumlah anggota dewan merasa senang dengan kehadiran bayi itu. Banyak di antara mereka mengagumi putra Yuka dan ikut menggendong bayi lucu itu.

Namun kejadian itu hanya berlangsung sebentar, sebab para anggota parlemen lainnya meminta Yuka membawa ke luar sidang karena dianggap mengganggu. Bahkan DPRD Kumamoto membuat aturan baru yang melarang bayi, yang dianggap bukan anggota dewan, dilarang masuk ke gedung parlemen. Bahkan Yuka Ogata, 42, didesak untuk minta maaf dan menulis pernyataan tertulis.

Kasus ini sempat meramaikan suhu politik Jepang. Apalagi PM Jepang Shinzo Abe menggalakkan peranan kaum wanita Jepang untuk menduduki berbagai posisi di Jepang. Menurut Abe, langkahnya itu didasarkan pada asumsi kaum wanita mampu menggantikan generasi tua di panggung politik Jepang. Belakangan aturan baru itu dibicarakan lagi dan kalimat yang menyebutkan bayi sebagai non-anggota dewan diminta untuk dihapus.

Belum jelas, bagaimana bunyi aturan baru tentang yang menyangkut anggota legislatif Jepang itu. Yang pasti, Jepang menduduki peringkat ke-114 dari 144 negara yang mempekerjakan para ibu rumah tangga. Kritik pun semakin membanjir karena mempersoalkan minimnya pusat-pusat penitipan balita di Jepang, sehingga para ibu tidak bisa leluasa bekerja.

Jepang dan sejumlah negara lain, mengalami kendala bagi para ibu pekerja. Tahun lalu, Senator Larissa Water dari Australia dipuji keberaniannya karena menyusui bayinya di dalam gedung parlemen. Sedangkan PM New Zealand Jacinda Ardern yang tengah mengandung awal tahun ini, malah menjadi politikus terkenal karena dianggap sebagai ibu pekerja. (TELEGRAPH/END)

Tags:

Jepang