Kadin & Gapensi Satu Suara Minta Swasta Terlibat Di Proyek Pemerintah

Rabu, 14 Mar 2018 | 17:37:17 wib

Yulistyo Pratomo
penulis : Yulistyo Pratomo | yulistyo@ayooberita.com

 

Kadin & Gapensi Satu Suara Minta Swasta Terlibat Di Proyek Pemerintah

Ilustrasi proyek infrastruktur. (Tempo.co)


Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai proyek infrastruktur di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan. Sayangnya swasta belum banyak terlibat di dalamnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa, mengatakan terus mendorong agar swasta makin bisa terlibat di dalamnya.

"Karena kita tahu bahwa proyek yang menjanjikan hari ini adalah proyek dari pemerintah. Karena proyek swasta sedang lesu, volume, dan tantangan impor atau tantangan persaingan dari luar," katanya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).

Wakil Ketua Umum III Gapensi, Bambang Rachmadi, menyampaikan minimnya keterlibatan swasta di proyek-proyek pemerintah.

"Seperti kita ketahui bahwa program presiden kita sedang baik, genjot infrastruktur. Tetapi yang kita rasakan, anggota kita justru menurun. Setelah diselidiki, karena memang kita kurang dilibatkan. Karena tidak dilibatkan itulah kita protes. Kita protes lewat Kadin, tidak langsung ke Presiden," ujarnya di tempat yang sama.

Dirinya pun ingin pemerintah segera merespons keinginan pihak swasta yang ingin proyek-proyek infrastruktur tidak hanya digarap oleh BUMN saja, sehingga mereka tidak merasa dianaktirikan.

Sebagaimana diketahui, BUMN konstruksi dan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hari ini menggelar pertemuan membahas arah infrastruktur Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kadin.

Perusahaan konstruksi dari swasta diwakili oleh asosiasi, yakni Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo). Sementara dari BUMN Karya, di antaranya hadir PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya, PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (DETIK/TYO)