Hipmi Jakbar Tularkan Virus Jadi Pengusaha Sukses

Minggu, 25 Feb 2018 | 10:46:19 wib

Yulistyo Pratomo
penulis : Yulistyo Pratomo | yulistyo@ayooberita.com

 

Hipmi Jakbar Tularkan Virus Jadi Pengusaha Sukses

Basuki Surodjo (kiri) menyerahkan plakat pada Afi Kalla. (handout/Hipmi Jakbar)


Menjadi pengusaha sukses kini menjadi impian besar bagi kaum milenials. Punya bisnis, tidak terikat, apalagi jika usahanya bisa berkembang sangat pesat, tentu jadi sebua kebanggaan tersendiri.

Kelahiran banyak pengusaha muda ini mendapat sambutan hangat dari Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi Jakbar) Jakarta Barat. Mereka menggelar acara untuk berbagi dan menebar virus sukses bagi kaum milenials.

Melalui kegiatan bertema 'Accelerate Your Bussines', Ketua Umum Hipmi Jakbar, Basuki Surodjo berharap kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi para pengusaha muda terutama mereka yang datang dari kalangan Hipmi perguruan tinggi (PT).

"Mulai dari Hipmi PT, baru kita bisa latih. Karena usia maksimal pengusaha di Hipmi itu maksimal 40 tahun," ujar Basuki saat membuka acara di What's Up Cafe, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (24/2).

Selain untuk memberi pelatihan, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk bersilaturahmi. Basuki memastikan bahwa, menjadi pengusaha yang sukses tidak hanya dengan kata-kata, tapi juga perlu perjuangan. Hal ini sesuai dengan misi BPD Hipmi Jaya yaitu jaya connect, jaya top dan jaya tangguh.

Sementara itu, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya, Afifuddin Suhaeli Kalla mengapresiasi positif kegiatan ini. Membuat acara untuk sharing dengan menghadirkan para pengusaha muda yang berhasil supaya bisa menginspirasi para mahasiswa dan teman-teman yang belum menjadi pengusaha.

Tujuan lainnnya, lanjut Afi, juga untuk menyebarkan virus-virus kewirausahaan agar teman-teman yang belum menjadi pengusaha terdorong untuk menjadi pengusaha.

Sebab kata dia, pengusaha jaman dahulu rata-rata belum by design, sementara pengusaha jaman now merupakan pengusaha yang sudah mengenyam pendidikan tinggi dan memutuskan menjadi pengusaha. Sehingga diharapkan, pengusaha jaman now bisa jadi lebih baik dari pengusaha sebelumnya.

Pemilik bisnis Whats Up Cafe, Valentino Ivan, mengaku bersyukur WhatsUp bisa hadir untuk memberikan sharing kepada teman-teman mahasiswa dan masyarakat lainnya. Tentunya dengan maksud, agar mereka memiliki jiwa-jiwa enterpreneurship dan tahu bagaimana cara mengelola bisnis.

"Kalau kita punya ilmu sendiri terus disimpan sendiri, itu sudah bukan zamannya. Sekarang itu zamannya networking dan sharing," ujar Ivan yang berhasil membangun 15 cabang WhatsUp Cafe dalam waktu dua tahun.

Dia juga mendukung kegiatan-kegiatan Hipmi Jaya, Hipmi Jakbar dan wilayah-wilayah lain untuk mengembangkan UKM-UKM dan para pengusaha lain supaya bisnis-bisnis mereka juga bisa go national atau bahkan go international.

"Jangan sampai UKM-UKM yang sudah ada di Indonesia ini berjalan stagnan. Begitu-begitu saja," tuturnya. 

Menurut dia, bisnis sukses itu ada polanya. Dan pola inilah yang perlu disebarluaskan kepada pengusaha-pengusaha lain supaya bisa sama-sama ikut berkembang.

Hadir dalam kegiatan ini, Sunil Tolani owner Indonesian Affiliate (Idaff) dan Ronie Francis pemilik RE Consulting yang sekaligus menjabat sebagai ketua pelaksana kegiatan tersebut. (TYO)