Ace Harahap, Membantu Orang Malas Jadi Produktif Lewat Chatbot

Kamis, 18 Jan 2018 | 14:33:56 wib

Yulistyo Pratomo
penulis : Yulistyo Pratomo | yulistyo@ayooberita.com

 

 Ace Harahap, Membantu Orang Malas Jadi Produktif Lewat Chatbot


Kemajuan teknologi membuat orang semakin mudah menciptakan inovasi-inovasi baru, tidak sekadar karya tetapi juga menjadi lahan bisnis potensial. Salah satunya adalah chatbot, di mana pengguna aplikasi chatting bisa berbincang dan lawan bicaranya adalah robot.

Potensi bisnis itu dimanfaatkan betul oleh Diatce Harahap, atau akrab disapa Ache. Bersama rekannya, Arra Primanta, Ache membangun teman virtual yang bisa memudahkan penggunanya beraktivitas.

Teman virtual itu diberi nama Bang Joni. Bang mengambil kata dari abang-abang yang kerap melayani pelanggan untuk membeli atau mengantarkan sesuatu, sedangkan Joni adalah singkatan dari nama perusahaan yang dibangunnya, PT Jual Online Indonesia.

Di perusahaan itu, Ache bertindak sebagai Chief Executive Officer alias CEO. Selain Bang Joni, Ache juga tengah mengembangkan platform serupa yang diberi nama Cinta, Cinta ini bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI), Tbk yang sepenuhnya akan bergerak di bidang perbankan.

Nah, seperti apa sih Bang Joni itu sendiri, berikut hasil wawancara Ayooberita.com dengan Ache Harahap sekaligus CEO PT Jual Online Indonesia.

Boleh diceritakan, apa sih Bang Joni itu?

Sekarang itu saya CEO di PT Jual Online Indonesia itu produknya adalah messenger conversation platform, AI conversation platform, jadi percakapan, platform percakapan berbasis artificial intelligence (kecerdasan buatan), nah produknya itu ada Bang Joni yang sudah rilis sama Cinta untuk BNI 46.

Seperti apa bisnis yang dilakoni Bang Joni?

Bisnis Bang Joni itu ingin memudahkan, sebenarnya teknologi itu kan untuk memudahkan orang, jadi dengan chatting itu bisa mesen-mesen, bisa membantu sehari-hari. Kenapa chatting? Karena chatting itu komunikasi dua arah, jadi memberikan kepuasan kepada pelanggan dan juga melalui kecerdasan buatan. Jadi kayak punya temenlah, kayak punya temen asisten bisa ngobrol apa saja, melakukan apa saja, itu intinya.

Kalau Bang Joni spesifik, kenapa namanya Bang Joni, kenapa abang-abang, abang-abang itu biasanya nyuruh-nyuruh kan, nyuruh-nyuruh di Indonesia biasanya abang-abang ya. Berhubung dengan trust sentra reliability-nya, trust sentra reliability itu artinya kepercayaan pelanggan untuk payment (pembayaran), setelah payment atau transaksi maka di itu ada revenue (penghasilan).

Reability itu kan abang-abang ya? Kenapa enggak cewek itu biasanya, biasa kalau cewek itu banyak disfungsinya nanti. Kalau Joni itu enggak terkait sama satu suku di Indonesia, Joni Aceh sampai Papua, kalau namanya Bambang, Joko dan Asep, Joko di Jawa, Asep di Sunda, gitu kan. Ucok pasti di sumatera utara, kebetulan nama PT kita PT Jual Online Indonesia. Begitu, ada mau alasan yang ilmiah atau alasan lain, alasan sejujurnya memudahkan orang males. Karena orang males itu marketnya gede, orang males itu bukan enggak produktif, tapi dia terlalu malas untuk produktif.

Contoh kalau mesen GO-JEK, atau mau liburan ke Bali, bagaimana caranya orang males cari-cari, tinggal omong aja, ada range semuanya, kayak gitu doang sih. Tinggal chatting doang, kalau chatting doang males ya kita pakai voice.

Ini ada kaitan juga dengan revolusi industri keempat, kalau dulu revolusi industri yang pertama itu kan mesin uap; kedua mass production (produksi massal) seperti Ford segala macem, mobil-mobil; yang ketiga itu automasi yang cet cet cet sampai repetisi sampai Microsoft segala macem; yang keempat itu mesinnya bisa berbicara, bisa berfikir, jadi kemampuannya itu kemampuan berfikir. Kita bicara di Bang Joni itu consumer bot, kita bagi dua satu lagi specific task bot kita bilang robot untuk spesifikasi task, untuk m-banking, jadi harapannya dari sekarang konsumen bank itu akan jadi robot. Kalau sekarang itu bank itu kan IT di belakang, IT sistem support, sistem service itu di belakang, ke depan sekarang ini di depan, manusia yang support.

Jadi sebenarnya bot ini sendiri masih butuh campur tangan manusia juga?

Kalau di Bang Joni full bot ya, tapi kalau bicara, di Bang Joni sendiri sudah 500 ribu user (pengguna), hampir 40 ribuan lebih transaction tanpa ada manusia sama sekali. Kalau di bank kita harapkan, harusnya launching tapi karena Bank Indonesia-nya belum bisa, tahun ini jadinya (launch) harusnya tahun lalu, jadi bisa buka rekening, bisa minjem uang segala macem termasuk ke investment. Misalnya kl ada Rp 100 juta, gua punya Rp 100 juta buat satu tahun lalu bertanya mau simpen di mana ya, dikasih tahu kalau Rp 100 juta return-nya, kalau ini nanya kartu kredit segala macem, kartu hilang segala macem itu semuanya lewat robot. Jadi itu sangat efisien, 1 robot bisa handle secara unlimited sih sebetulnya.

Bang Joni sendiri sudah dikembangkan berapa lama? Masalah apa saja yang pernah dihadapi Bang Joni sebelum akhirnya dianggap sempurna untuk meluncur ke pasar?

Kalau masalah pasti mas, teknologi itu sudah di depan. Sudah mulai 2 tahun lalu, itu belum ada chatting-chatting otomasi. Masalahnya adalah siapa, kalau di Indonesia itu chatting popular, tapi siapa yang pernah mesen apalagi bayar sama robot di-chatting di Indonesia, itu tantangan pertama. Jadi kita mencoba meyakinkan dan kita kebetulan Line Korea itu minta Bang Joni ekslusif sama kita satu tahun waktu itu, sampai sekarang masih sama mereka di 2017. Kemarin korporasi mau masuk, mulai tertarik, 2018 ini harapannya kita mau memberikan.

Jadi AI buat saya, buat kami harus dikasih social impactnya ke masyarakat langsung pada executions sama edukasi, edukasi partner kita , bikin platform edukasi karena kita percaya bahwa semua orang Indonesia punya hak sama untuk mendapatkan edukasi yang setara, jadi kita kerja sama dengan satu itu. Guru SD jadi robot, jadi chatting, dan juga kita bicara sama telekomunikasi industri juga terus sama UKM jadi platform. BJTech itu platform isinya Bang Joni sama Cinta sekarang, ini bisa di Q1 ini bisa dipakai sama UKM, jadi tinggal login aja enggak perlu koding, mas sendiri bisa bikin bot gitu akan di Q1 ini, jadi mau warung mau apa mas ngomong sendiri saja saya yang jawab itu robot, jadi semuanya saya otomasi, UKM-kan yang penting bisa ambil.

Ache Harahap bersama karyawannya.

Jadi sekarang sudah menargetkan UKM?

Untuk Q1 ya UKM dan di edukasi sih. Yang mau kita kasih adalah mau tunjukkan itu apa sih manfaatnya artificial intelligence, kalau bicara 1970 naik turun naik turun tapi sekarang kenapa sangat powerful (kuat), jadi kayak Bank BNI kayak si BJTech kalau ada lubang dia jadi intelligence, super intelligence sub rangking, nanti untuk edukasi.

Sejak memulai bisnis ini di tahun 2015 pasti belum semua orang mau pakai AI, apalagi tahu soal itu. Nah, bagaimana cara Ache agar bisa yakinkan mereka bahwa AI sangat cocok sebagai support dalam bisni itu sendiri?

Kesulitannya, sangat sukit karena banyak limitasi, jadi begini, kalau bikin otomasi harus full otomasi ya, jadi ketika mesen itu harus udah nyambung sama mereka, kayak udah di depannya gitu. Nah masalahnya itu korporasi besar tahun 2016 saja, 2017 belum banyak gunakan AI, jadi masih konservatif gitu. Tetapi yang perlu diingat adalah kalau bicara bank itu cost yang di-saving akan sangat banyak, jadi mau minta kredit aja enggak perlu ketemu orang, buka rekening tanpa perlu ketemu orang, transfer segala macem gampang lah ya, investasi juga enggak perlu orang.

Jadi tim marketing akan sangat slim dengan cost acquisition yang mudah, development yang besar, yang caranya meyakinkannya agak panjang. Melalui staging, sampai sekarang di bank kliennya udah ini tapi regulasinya belum siap, nah itu challenge-challenge-nya. Tetapi namanya teknologi itu dan saya rasa masa depannya memang diisi dan kita akan membuat tahun ini buat voice to text jadi bisa obrol minimal ke bank itu bisa ngobrol sendiri sama apalah gitu.

Belajar membuat AI itu sendiri dari mana?

Saya sama CTO saya. Dia sih yang ajarin, awalnya dia bisa bikin otomasi aja gitu ya, reply-reply, obrol-obrol, maksudnya ngobrol sama mesin terus kita berkembang sharing waktu saya ke mana dan untuk apa ke depan, dan mungkin dulunya banyak nonton film robot kali ya, ya di bang joni sudah bisa ngobrol sih, blm bisa kita pacarin, ini masih cowok, kalau ada cewek mungkin juga bisa ngobrol.

Di luar ada juga kah seperti Bang Joni?

Ada banyak, tapi yang kayak Bang Joni spesifik belum terlalu deh semua. Jadi otomasi jalan semua, cuma beda-beda aja singkatannya, yang bank itu belum, dia masih autoreply-autoreply gitu.

Kalau yang BNI ini, (pengembangan untuk) UKM pakai credit scoring, jadi intinya kenapa sih bank UKM itu enggak pernah bisa dapet kredit? Karena dia enggak kecatet kan, setelah kecatet bank sama kita consumer itu ada pemisahnya, kalau ada macem-macem baru bisa kita apply. Melalui AI ini ada credit scoring, jadi mas sudah ada score-nya berdasarkan transaksi yang sudah terjadi.

Sekarang ini bagaimana sih caranya Bang Joni bisa menentukan permintaan dari penggunanya?

Jadi itu kita bilang namanya intend mas, jadi kayak kita define itu bukan keyword tapi intend, intend itu masuk. Jadi misalnya ada dua kata makan. Terus dia bilang "Gua mau nyari makan nih," nah dia akan menilai apakah promo makan atau tempat makan.

Mesinini akan mikir skoring lebih berat ke sini atau ke sini, kira-kira begitu, confidence, memang lebih harus berpikir, jadi cara berpikir manusia kan gitu ya, jadi berdasarkan dibilang apakah sudah lancar apa enggak, yang paling bagus adalah penetrasi mas, di-penetrate makin ngerti lah. Mas ngobrol sama saya, mas makin pinter lah, paling canggih di dunia itu yang punya datanya besar yaitu google, Alibaba, e-commerce.

Ache Harahap

Di google itu, 1 menit bisa ribuan search, itu adalah pelatihan membaik. Jadi dia bisa tahu, jadi orang sering diajak ngobrol lah orang enggak diem aja. Nah artificial intelligence supaya yang ngomong itu ketemu ekspetasinya, jadi misalnya mas ngomong bank aja saya ngerti maka saya di bilang inteligence terhadap bank. Nah itu yang bikin makanya segala macam industri kita kembangin bersama supaya dia makin pintar, gitu.

Mengapa tertarik ke dunia teknologi?

Karena LNG dari dulu teknologinya sama aja, kebetulan juga industriya lagi kurang bagus gitu. Apalagi admision dari tahun 1930-1920 mungkin sama. Kita anak muda lihatnya dinamis dan memang otomasi itu suatu keniscayaannya, nanti akan ada isunya manusia versus robot, tapi kalau dibilang, analoginya sih kalau menurut saya, dulu semua orang petani, ada traktor enggak semua jadi petani kan, yang kerja tinggal 2. Ya ini juga jadi operator, bukan karena pekerjaan tapi karena oversupply petani waktu itu, tapi apakah orang sekarang susah makan, enggak gitu ya produksi malah semakin meningkat, ini akan terjadi dalam tahun ini.

Apalagi di banking, pasti pertama contact center, definitely dan memang sangat mahal. Ini bukan pembelaan, kalau misalnya manusia melakukan hal yang kompetitif ya cuma melakukan absen, chatting, nelfonin orang, cuma nawarin telemarketing, itu suatu hal yg tidak perlu, mesin bisa melengkapi lah bukan digantikan, melengkapi.

Ini akan mulai efek, ke depan nanti menurut saya dokter ataupun lawyer (pengacara) isi konten AI robot, dengan robot bisa 1 juta klien, ya pasti enggak susah. Pertanyaannya siapa yang akan dirugikan, kan tujuannya kita kan menguntungkan customer, ya kan dengan sangat murah, tapi ini akan ada di setiap industri, reporter aja sudah ada AI-nya jadi dia sudah bisa nulis sendiri berdasarkan intend rangkum, dia bikin sendri, otomasi sekarang sudah dateng.

Elektrik itu enggak ada yang diganti, karena enggak ada track-nya. Mesinnya motor sama seperti Tamiya tinggal ganti kawatnya aja kan, enggak ada cairan. Artinya apa? Maintenance, bisnis macet, so yang enggak pintar-pintar yang masih tertidur sekarang pasti akan terancam. Bukan nakutin tetapi ini sudah terjadi, call center justru manusia akan juga ngerti kalau bisa yang lebih murah, dulu kerja di sawah satu harian, sekarang bekerja 10 jam sudah bisa hidup, kayak gitu.

(TYO)